Tolak ,fenomena koalisi partai
politik sebagai ajang bagi-bagi kursi
M.IHSAN FAUZI /1001310967
Pesta Demokrasi sudah berlangsung beberapa
minggu yang lalu ,pada tanggal 14 april 2013 ,pada hari itu berbondong-bondong
masyarakat menuju TPS untuk memberikan suaranya, untuk mentukan siapa saja yang
akan terpilih untuk mewakili rakyat menduduki kursi-kursi kehormatan yang
akan menentukan mau di bawa kemana
bangsa Indonesia 5 tahun kedepan.
Berbagai strategi di lakukan oleh partai
politik dan calon anggota legislatif untuk memenangkan hasil pemilu legislatif
tahun 2014 ini.Hasil (Real count) belum biasa di umumkan secara valid karena
masih banyak TPS – TPS yang melakukan pemungutan suara ulang di karenakan
adanya berbagai macam permasalahan mulai dari tertukarnnya surat suara ,adanya
kecurangan maney politik dan masih banyak lagi masalah-masalah lainnya.
Hasil hitung cepat dari Center For Strategic and International Studies
(CSIS),akhirnnya menempatkan PDIP sebagai pemenang pileg 2014 dengan perolehan
suara sebesar 19,1 persen.posisi kedua
di temptai partai Golkar yang mendulang suara sebesar 14,4 persen ,di susul
partai Gerindra 11,9 persen,Partai Demokrat 9,6 persen ,PKB 9,3 persen ,PAN
(7,4),PKS( 6,9),PPP(6,6),Partai Nasdem (6,8),Parta Hanura (5,4),Pbb (1,6),dan
PKPI yang mendapat urutan terakhir dengan perolehan suara 1,1 persen suara.
Dari hasil penghitungan suara sementara
menunjukan bahwasanya setiap parta politik harus berkoalisi agar bisa mengusung
capres dan cawapres masing – masing dalam pemilihan mendatang.Berbagai strategi
dan komunikasi politik di lakukan setiap parta politik agar tidak salah langkah
di dalam menentukan capres dan cawapresnya nanti.berbagai pertimbangan
–pertimbangan di lakukan partai politik di dalam memilih partai mana yang akan
menjadi partai koalisinya.
Persamaan Ideologi dan Platform yang sama
merupakan suatu hal yang menjadi pijakan setiap partai politik dapat berkoalisi
untuk menetukan capres dan cawapresnya.dal hal yang juga harus di fikirkan
adalah bagaimana pemimpin kedepan dapat membawa Indonesia lebih baik lagi.visi
dan misi yang sama setiap partai politik untuk bisa menjadikan bangsa ini
menjadi bangsa yang lebih baik dari segi
perekonomian,kerukunan setiap warga Negara dan hal lebih baik bagaimana
pemimpin kedepan bisa tegas di dalam menjaga kedaulan NKRI menjadi bangsa yang
kuat dan bermartabat tinggi ,bukan menjadi bangsa yang di remehkan oleh bangsa
lain.
Hal yang sangat di sayangkan adalah koalisi
partai menjadi ajang lelang jabatan , di mana partai politik matian – matian
untuk bisa memenangkan pemilu untuk bisa lebih banyak mendapatkan kursi
jabatan,sehingga koalisi menjadi sarana bagi-bagi kursi jabatan di
pemerintahan.
Kita berharap semoga partai politik pada
saat ini benar-benar di dalam melakukan
koalisi partai politik sebagai strategi di dalam menyamakan persepsi,ideology
dan platform untuk menentukan pemimpin
yang benar – benar berjuang untuk mensejahterakan rakyat ,bukan pemimpin yang haus akan jabatan
atau pemimpin yang hanya menggunakan
jabatannya sebagai sarana untuk memperkaya diri.
Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk
negri tercinta ini,amin ya rabbal alamin.