Mainstream media : hirarki pengaruh isi media
Ideological level
Extra media level
Organization level
Media routin level
Individual level
Literasi politik adalah membuat diri jadi aktif dalam
kehidupan public dan dorongan menjadi aktif.
Literasi politik adalah menjadi aktif dalam melaksanakan hak
dan kewajiban dalam keadaan resmi maupun di area public yang sifatnya sukarela.
Literasi politik adalah merupakan sarana dari pengolahan
keterampilan dan sikap.
Aktifitasnya:
1.
Mengetahui dimana dan bagaimana keputusan dibuat
dalam masyarakat local nasional dan internasional.
2.
Mengakui hak seseorang untuk terlibat dalam
kehidupan politik.
3.
Menjadi akrab dengan ide-ide politik, Bahasa dan
bentuk-bentuk argument dalam berpolitik.
4.
Mengembangkan seprangkat pribadi yang memiliki
nilai-nilai politik dan memiliki keterampilan serta kepercayaan diri dan
menerapkannya dalam praktek.
Operasinalisasi politik
1.
Mendaftar dan menganalisis isu konten porer
melalui tekik CFR ( Conclution, Findling, Recommendation).
2.
Membuat peer grup untuk sharing dan melaksanakan
aksi bersama.
3.
Melakukan pendidikan politik.
4.
Membuat jejaring dengan kelompok supra struktur.
5.
Melakukan advokasi.
Literalisasi politik
1.
Dimokrasi procedural diperbincangkan tanpa model
2.
Kekuasaan : pragmatism dan heddonisme
3.
Pemilu dan partai : kaderisasi kepemimpinan
nasional
4.
Pendidikan politik ”gagal”
5.
Masyarakat politik (political society)
Realitas media local
1.
Indenpendensi media
2.
Pengusaha media
3.
Pengusaha media
4.
Media bisnis perancangan
5.
Agenda seting/ framing
6.
Tanggung jawab media
Konten media local
1.
Politik
2.
Bisnis
3.
Pendidikan
4.
Agama
5.
Hiburan
6.
Opini
7.
Dan lain-lain
a
penulis, toha
a
penulis, toha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih atas komentar anda.