Senin, 07 April 2014

LITERASI MEDIA MASSA MENJELANG PEMILU





Mainstream media : hirarki pengaruh isi media
Ideological level
Extra media level
Organization level
Media routin level
Individual level
Literasi politik adalah membuat diri jadi aktif dalam kehidupan public dan dorongan menjadi aktif.
Literasi politik adalah menjadi aktif dalam melaksanakan hak dan kewajiban dalam keadaan resmi maupun di area public yang sifatnya sukarela.
Literasi politik adalah merupakan sarana dari pengolahan keterampilan dan sikap.

Aktifitasnya:
1.       Mengetahui dimana dan bagaimana keputusan dibuat dalam masyarakat local nasional dan internasional.
2.       Mengakui hak seseorang untuk terlibat dalam kehidupan politik.
3.       Menjadi akrab dengan ide-ide politik, Bahasa dan bentuk-bentuk argument dalam berpolitik.
4.       Mengembangkan seprangkat pribadi yang memiliki nilai-nilai politik dan memiliki keterampilan serta kepercayaan diri dan menerapkannya dalam praktek.
Operasinalisasi politik
1.       Mendaftar dan menganalisis isu konten porer melalui tekik CFR ( Conclution, Findling, Recommendation).
2.       Membuat peer grup untuk sharing dan melaksanakan aksi bersama.
3.       Melakukan pendidikan politik.
4.       Membuat jejaring dengan kelompok supra struktur.
5.       Melakukan advokasi.
Literalisasi politik
1.       Dimokrasi procedural diperbincangkan tanpa model
2.       Kekuasaan : pragmatism dan heddonisme
3.       Pemilu dan partai : kaderisasi kepemimpinan nasional
4.       Pendidikan politik ”gagal”
5.       Masyarakat politik (political society)
Realitas media local
1.       Indenpendensi media
2.       Pengusaha media
3.       Pengusaha media
4.       Media bisnis perancangan
5.       Agenda seting/ framing
6.       Tanggung jawab media
Konten media local
1.       Politik
2.       Bisnis
3.       Pendidikan
4.       Agama
5.       Hiburan
6.       Opini
7.       Dan lain-lain
a



penulis, toha




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas komentar anda.