Senin, 28 April 2014

Literasi Media dan Politik Menjelang Pemilu 2014


NAMA : Syarif Rabbani
NIM     : 1201311280

Literasi Media dan Politik Menjelang Pemilu 2014
Acara Seminar Nasional
Narasumber : 1. Firdaus Muhammad, MA.
                       2. Dr.Gungun Haryanto, M.Si
Media memiliki pengaruh tak terbendung, media menjadi “kiblat” masyarakat, life style, dan dunia entertainmen berhasil memermak perilaku masyrakat, berubah. Transformasi sosial digiring dan didekte media, tanpa sangat terjebak dalam kolonisasi media. Padahal media salah satu fungsinya, mendidik masyarakat, termasuk politik. Tentu mendidik ke arah lebih baik, namun acapkali menuntun kearah yang melunturkan nilai buday masyrakat.
                Independensi  media belakangan makin disoal lantaran semakin  masifnya kegiatan politik dimedia, mengingat tahunpolitik semua partai dan elite politik itu mencari panggung narsis demi pencitraan, guna meraup popolaritas dan elektabilitas belaka. Ujian independensi media makin disoal saat ditengarai media nasional hingga media lokal di daerah-daerah seantero tanah air, sebagian dikuasai penguasa atau pemilik media juga politik, dicurigai bisa curang manakala tidak menyajikan pemberitaan yang berimbang.
                Tentunya telah menjadi rahasia umum, jika sejumlah media adalah milik penguasa dan pengusaha, bahkan penguasa yang pengusaha, yang memiliki kepentingan dan agenda politik yang memanfaatkan medianya untuk sosialisasi, lebih mengkhawatirkan jika media menjadi alat perang unutuk menjatuhkan lawan dengan cara nista seperti black campaign. Keterlibatan pengusaha hingga penguasa dalam kepemilikan media menjadikan independensi dan idealisme media kian terancam.
Fungsi media :
-          Mengajarkan keterampilan baru kepada masyarakat
-          Meningkatkan aspirasi
-          Menumbuhkan pertisipasi
-          Mempertinggi rasa kebangsaan
-          Menjadi sarana pembelajaran
-          Meningkatkan aktivitas politik
-          Menciptakan iklim perubahan
Kekuatan media :
-          Memiliki kekuatan dalam proses konstruksi realitas
(penyiapan,penyebaran,pembentukan serta konfirmasi konstruksi).
-          Memiliki kekuatan dalam produksi, reproduksi serta distribusi wacana dan opini publik.
-          Memiliki kekuatan dalm persuasi perubahan ataupun sttus quo.
-          Memiliki kekuatan dalm pelembagaan dan legalitimasi budaya serta pengetahuan
Literasi media :
                Zianuddin sardar, menulis buku membongkar kuasa media, menyingkap ihwal kekuatan media yang mendikte, memebentuk, dan mengerahakan  (opini) kita. Demikian dalam literasi media yang sangat buruk karena dituntun industri media dan kepentingan politik.
                Sosiolog C. Wright Mills mengajukan pandangan pasimistik terhadap fungsi media, dalm buku The Power Elite (1956:311) ia mengutuk fungsi media yang lebih berfungsi sebagai instrumen yang memfasilitasi kebutahurufan psikologis.
Tanggung jawab Media :
                Sepanjang tahun politik ini, media dituntut juga menjalankan tangggung jawab sosisalnya untuk mengedukasi publik dengan pemberitaan berkualitas dan berimbang. Bukan berita yang bimbang atau timpang. Namun kendalanya, acapkali media dipaksa mengikuti kehendak dari owner yang memanfaatkannya untuk kepentingan politik golongan dan partainya secara sesat. Intinya mereka menjalankan politik pencitraan sehingga fungsinya sebagai alat kontrol justru yang dikontrol. Naif dan Anomali.
Literasi Politik :
                Bernard Crick dalam tulisannya Essays on Citizenship (2000): Singkatnya literasi politik merupakan senyawa dari pengetahuan, keterampilan dan sikap.
Aktifitas Literasi Politik :
-          Mengetahui dimana dan bagaimana keputusan dibuat dalam masyarakat lokal, nasional dan internasional.
-          Mengakui hak seseorang untuk terlibat
-          Menjadi akrab denganberbagai ide-ide politik, bahasa dan bentuk-bentuk argumen.
Strategi Literasi Politik :
-          Mendefinisikan kebutuhan terhadap informasi politik
-          Menetapkan strategi pencarian
-          Gerakan mengomonikasikan informasi
-          Mengevaluasi produk dari proses akhir politik
Operasionalisasi Literasi Politik :
-          Membuat peer group untuk sharing dan melakukan aksi bersama.
-          Melakukan Pendidikan politik untuk memperbesar public attentive.
-          Mendaftar dan menganalisa isu-isu kontemporer.
-          Mempublikasikan tulisan yang fokus menganalisis dinamika sosial, politik.
-          Melakukan advokasi (litigasi dan non litigasi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas komentar anda.