NAMA : Syarif Rabbani
NIM : 1201311280
Literasi Media dan Politik Menjelang Pemilu 2014
Acara
Seminar Nasional
Narasumber : 1. Firdaus Muhammad, MA.
2. Dr.Gungun Haryanto, M.Si
Narasumber : 1. Firdaus Muhammad, MA.
2. Dr.Gungun Haryanto, M.Si
Media memiliki pengaruh tak
terbendung, media menjadi “kiblat” masyarakat, life style, dan dunia
entertainmen berhasil memermak perilaku masyrakat, berubah. Transformasi sosial
digiring dan didekte media, tanpa sangat terjebak dalam kolonisasi media.
Padahal media salah satu fungsinya, mendidik masyarakat, termasuk politik.
Tentu mendidik ke arah lebih baik, namun acapkali menuntun kearah yang
melunturkan nilai buday masyrakat.
Independensi media belakangan makin disoal lantaran
semakin masifnya kegiatan politik
dimedia, mengingat tahunpolitik semua partai dan elite politik itu mencari
panggung narsis demi pencitraan, guna meraup popolaritas dan elektabilitas
belaka. Ujian independensi media makin disoal saat ditengarai media nasional
hingga media lokal di daerah-daerah seantero tanah air, sebagian dikuasai penguasa
atau pemilik media juga politik, dicurigai bisa curang manakala tidak
menyajikan pemberitaan yang berimbang.
Tentunya
telah menjadi rahasia umum, jika sejumlah media adalah milik penguasa dan
pengusaha, bahkan penguasa yang pengusaha, yang memiliki kepentingan dan agenda
politik yang memanfaatkan medianya untuk sosialisasi, lebih mengkhawatirkan
jika media menjadi alat perang unutuk menjatuhkan lawan dengan cara nista
seperti black campaign. Keterlibatan pengusaha hingga penguasa dalam
kepemilikan media menjadikan independensi dan idealisme media kian terancam.
Fungsi media :
-
Mengajarkan keterampilan
baru kepada masyarakat
-
Meningkatkan aspirasi
-
Menumbuhkan pertisipasi
-
Mempertinggi rasa
kebangsaan
-
Menjadi sarana pembelajaran
-
Meningkatkan aktivitas
politik
-
Menciptakan iklim perubahan
Kekuatan media :
-
Memiliki kekuatan dalam
proses konstruksi realitas
(penyiapan,penyebaran,pembentukan serta konfirmasi konstruksi).
(penyiapan,penyebaran,pembentukan serta konfirmasi konstruksi).
-
Memiliki kekuatan dalam
produksi, reproduksi serta distribusi wacana dan opini publik.
-
Memiliki kekuatan dalm
persuasi perubahan ataupun sttus quo.
-
Memiliki kekuatan dalm
pelembagaan dan legalitimasi budaya serta pengetahuan
Literasi media :
Zianuddin sardar, menulis buku
membongkar kuasa media, menyingkap ihwal kekuatan media yang mendikte,
memebentuk, dan mengerahakan (opini)
kita. Demikian dalam literasi media yang sangat buruk karena dituntun industri
media dan kepentingan politik.
Sosiolog
C. Wright Mills mengajukan pandangan pasimistik terhadap fungsi media, dalm
buku The Power Elite (1956:311) ia mengutuk fungsi media yang lebih berfungsi
sebagai instrumen yang memfasilitasi kebutahurufan psikologis.
Tanggung jawab Media :
Sepanjang
tahun politik ini, media dituntut juga menjalankan tangggung jawab sosisalnya
untuk mengedukasi publik dengan pemberitaan berkualitas dan berimbang. Bukan
berita yang bimbang atau timpang. Namun kendalanya, acapkali media dipaksa
mengikuti kehendak dari owner yang memanfaatkannya untuk kepentingan politik
golongan dan partainya secara sesat. Intinya mereka menjalankan politik
pencitraan sehingga fungsinya sebagai alat kontrol justru yang dikontrol. Naif
dan Anomali.
Literasi Politik :
Bernard
Crick dalam tulisannya Essays on Citizenship (2000): Singkatnya literasi
politik merupakan senyawa dari pengetahuan, keterampilan dan sikap.
Aktifitas Literasi Politik :
-
Mengetahui dimana dan
bagaimana keputusan dibuat dalam masyarakat lokal, nasional dan internasional.
-
Mengakui hak seseorang
untuk terlibat
-
Menjadi akrab
denganberbagai ide-ide politik, bahasa dan bentuk-bentuk argumen.
Strategi Literasi Politik :
-
Mendefinisikan kebutuhan
terhadap informasi politik
-
Menetapkan strategi
pencarian
-
Gerakan mengomonikasikan
informasi
-
Mengevaluasi produk dari
proses akhir politik
Operasionalisasi Literasi Politik :
-
Membuat peer group untuk
sharing dan melakukan aksi bersama.
-
Melakukan Pendidikan
politik untuk memperbesar public attentive.
-
Mendaftar dan menganalisa
isu-isu kontemporer.
-
Mempublikasikan tulisan
yang fokus menganalisis dinamika sosial, politik.
-
Melakukan advokasi (litigasi
dan non litigasi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih atas komentar anda.