Selasa, 29 April 2014

Tolak ,fenomena koalisi partai politik sebagai ajang bagi-bagi kursi M.IHSAN FAUZI /1001310967



Tolak ,fenomena koalisi partai politik sebagai ajang bagi-bagi kursi
M.IHSAN FAUZI /1001310967


Pesta Demokrasi sudah berlangsung beberapa minggu yang lalu ,pada tanggal 14 april 2013 ,pada hari itu berbondong-bondong masyarakat menuju TPS untuk memberikan suaranya, untuk mentukan siapa saja yang akan terpilih untuk mewakili rakyat menduduki kursi-kursi kehormatan yang akan  menentukan mau di bawa kemana bangsa Indonesia 5 tahun kedepan.
Berbagai strategi di lakukan oleh partai politik dan calon anggota legislatif untuk memenangkan hasil pemilu legislatif tahun 2014 ini.Hasil (Real count) belum biasa di umumkan secara valid karena masih banyak TPS – TPS yang melakukan pemungutan suara ulang di karenakan adanya berbagai macam permasalahan mulai dari tertukarnnya surat suara ,adanya kecurangan maney politik dan masih banyak lagi masalah-masalah  lainnya.
Hasil hitung cepat dari Center  For Strategic and International Studies (CSIS),akhirnnya menempatkan PDIP sebagai pemenang pileg 2014 dengan perolehan suara sebesar  19,1 persen.posisi kedua di temptai partai Golkar yang mendulang suara sebesar 14,4 persen ,di susul partai Gerindra 11,9 persen,Partai Demokrat 9,6 persen ,PKB 9,3 persen ,PAN (7,4),PKS( 6,9),PPP(6,6),Partai Nasdem (6,8),Parta Hanura (5,4),Pbb (1,6),dan PKPI yang mendapat urutan terakhir dengan perolehan suara 1,1 persen suara.
Dari hasil penghitungan suara sementara menunjukan bahwasanya setiap parta politik harus berkoalisi agar bisa mengusung capres dan cawapres masing – masing dalam pemilihan mendatang.Berbagai strategi dan komunikasi politik di lakukan setiap parta politik agar tidak salah langkah di dalam menentukan capres dan cawapresnya nanti.berbagai pertimbangan –pertimbangan di lakukan partai politik di dalam memilih partai mana yang akan menjadi partai koalisinya.
Persamaan Ideologi dan Platform yang sama merupakan suatu hal yang menjadi pijakan setiap partai politik dapat berkoalisi untuk menetukan capres dan cawapresnya.dal hal yang juga harus di fikirkan adalah bagaimana pemimpin kedepan dapat membawa Indonesia lebih baik lagi.visi dan misi yang sama setiap partai politik untuk bisa menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang  lebih baik dari segi perekonomian,kerukunan setiap warga Negara dan hal lebih baik bagaimana pemimpin kedepan bisa tegas di dalam menjaga kedaulan NKRI menjadi bangsa yang kuat dan bermartabat tinggi ,bukan menjadi bangsa yang di remehkan oleh bangsa lain.
Hal yang sangat di sayangkan adalah koalisi partai menjadi ajang lelang jabatan , di mana partai politik matian – matian untuk bisa memenangkan pemilu untuk bisa lebih banyak mendapatkan kursi jabatan,sehingga koalisi menjadi sarana bagi-bagi kursi jabatan di pemerintahan.
Kita berharap semoga partai politik pada saat ini benar-benar  di dalam melakukan koalisi partai politik sebagai strategi di dalam menyamakan persepsi,ideology dan platform  untuk menentukan pemimpin yang benar – benar berjuang untuk mensejahterakan  rakyat ,bukan pemimpin yang haus akan jabatan atau  pemimpin yang hanya menggunakan jabatannya sebagai sarana untuk memperkaya diri.
Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk negri tercinta ini,amin ya rabbal alamin.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas komentar anda.